Presentasi Pengembangan e - learning dalam pembelajaran kimia

TEORI ASAM BASA
https://www.youtube.com/watch?v=VZeMDXzkzkY&t=46s

 Tujuan
1. Dapat mengetahui asam dan basa
2. Dapat mengetahui macam-macam teori asam dan basa
3. Dapat membedakan asam dan basa
A. PENGERTIAN ASAM DAN BASA
Asam adalah zat (senyawa) yang menyebabkan rasa masam pada berbagai materi. Basa adalah zat(senyawa) yang dapat beraksi dengan asam, menghasilkan senyawa yang disebut garam. Sedangkan basa adalah zat-zat yang dapat menetralkan asam. Secara kimia, asam dan basa saling berlawanan. Sifat basa pada umumnya ditunjukkan dari rasa pahit dan licin.

Asam dan basa sangat erat kaitannya dalam kehidupan kita, didalam tubuh manusia juga terdapat keseimbangan asam basa untuk beradaptasi dan tetap menjaga fungsinya dengan baik. Contohnya saja seperti asam lambung yang dapat membunuh mikroorganisme yang terdapat pada makanan yang kita konsumsi. Begitu juga dengan gaya hidup kita sehari-hari sangat sering dihadapkan dengan asam basa tersebut, seperti asam cuka, minuman bersoda, jeruk, aki bersifat asam. Sedangkan sabun dan bahan pembuatan pupuk yang bersifat basa.
B. TEORI ASAM DAN BASA
Teori Asam-Basa dikemukakan oleh beberapa ilmuwan, salah satunya adalah Teori Arrhenius yang mengatakan Asam adalah suatu sifat yang mana berupa senyawa yang dapat melepas ion hidrogen (H+) jika dilarutkan dalam air, Sedangkan basa merupakan suatu sifat yang mana berupa senyawa yang dapat melepas ion hidroksida (OH-) jika dilarutkan dalam air. Reaksi asam basa (reaksi penetralan) adalah reaksi pembentukan H2O dari ion-ion H+ dan OH-.

Teori lainnya dikemukakan yaitu Teori Bronsted-Lowry yang mengatakan asam berupa senyawa yang dapat memberi proton (H+) kepada senyawa lain, sedangkan basa dapat menerima proton (H+) dari senyawa lain. Reaksi asam basa adalah reaksi perpindahan proton dari satu senyawa ke senyawa yang lain.

Teori terakhir yaitu Teori Lewis yang mengatakan Asam adalah senyawa yang dapat
Menerima pasangan elektron bebas dari senyawa lain, sedangkan Basa adalah senyawa yang dapat memberi pasangan elektron bebas kepada spesi (senyawa) yang lain. Reaksi asam basa adalah adalah reaksi pembentukan ikatan antara asam dan basa.

  permasalahan :
1. apasaja aspek yang dapat membantu dalam proses pengembangan media berbasis e-learning ?
2. apasaja kekurangan dari media berbasis e-learning?
3. apasaja kategori dari media berbasis e-learning sudah berjalan dengan baik ?
4. bagaimana peran guru dalam menerapkan pembelajaran  berbasis e-learning ? apakah sama hasil pembelajaran dengan menggunakan media dan tidak menggunakan media ?

Komentar

  1. baiklah saya akan menjawab pertanyaan no 2

    kekurangan media berbasis e- learning

    1. Wawasan yang Tidak Seharusnya Dilihat

    Seperti yang dijelaskan pada poin kelebihan sebelumnya bahwa e-Learning memberikan kebebasan akses siswa dan siswi untuk menambah wawasan mereka. Namun tidak semua wawasan di Internet itu positif. Jika tidak hati-hati siswa dan siswi dapat mengakses hal yang seharusnya mereka belum boleh akses seperti konten-konten porno yang beredaran di Internet.

    2. Kesosialan terganggu

    Dengan e-Learning siswa dan siswi akan mempunyai wawasan yang berbeda-beda. Hal ini cenderung membuat siswa satu dengan lainnya merasa lebih superior karena mengetahui lebih banyak dari yang lainnnya. Atau bahkan yang wawasannya masih kurang luas merasa minder dan akhirnya mengucilkan dirinya sendiri.

    3. Interaksi dengan guru berkurang

    e-Learning membuat siswa dan siswinya berguru kepada internet namun hal ini menyebabkan interaksi dengan guru berkurang karena mereka telah mengetahui materi dan tidak ada lagi yang bisa ditanyakan kepada guru dikelas. Alhasil guru seperti tidak dibutuhkan lagi didalam kelas.

    4. Kurangnya akses internet

    Bagaimana siswa dan siswi ingin melakukan pembelajaran elektronik jika pemerintah tidak memberikan akses internet kepada sekolah-sekolah tidak berkecukupan. (Baca juga : Tips Memilih Printer Yang Bagus dan Awet)

    5. Infrastuktur yang tidak memadahi

    Beberapa sekolah di Indonesia sudah dilengkapi dengan lab komputer yang lengkap isinya dengan komputer dan processor yang canggih. Namun masih ada banyak sekolah yang belum mempunyai ruangan lab untuk menampung komputer-komputer bantuan dari pemerintah. (Baca juga : Cara Mengatasi Lupa Password Laptop)

    6. Kebiasaan lama susah diubah

    Tidak dipungkiri, kebiasaan membaca buku pelajaran masih menempel disebagian siswa atau siswi. Mereka belum terbiasa dengan harus menatap monitor berjam-jam untuk mempelajari materi yang mereka pilih.

    BalasHapus
  2. Baklah saya akan menjawab permasalahan yang pertaman

    keberhasilan pemanfaatan teknologi ditentukan oleh empat komponen yang saling berkaitan, ketidakhadiran atau kurang optimalnya kualitas salah satu komponen saja dapat menyebabkan keseluruhan sistem tidak dapat berfungsi dengan baik. Keempat komponen itu adalah:

    Technoware (object-embodied technology).
    Komponen ini berkaitan dengan wujud peralatan seperti manual, peralatan elektronik, mesin-mesin, serta fasilitas lain yang terintegrasi.

    Humanware (person-embodied technology).
    Komponen ini berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia serta kemampuan pemasangan, pengoperasian, perbaikan, dan pemeliharaan.

    Orgaware (intution-embodied technology).
    Komponen ini berkaitan dengan wujud organisasi atau institusi pendidikan seperti keterkaitan hubungan individual, kolektif, departemental, atau lingkungan yang lebih jauh lagi yaitu industri, nasional, internasional, dan lain-lain.

    Infoware (document-embodied technology).
    Komponen yang berkaitan dengan wujud informasi serta spesifikasi, penggunaan, generalisasi, cara-cara memperoleh data dan informasi, serta kegiatan lainnya yang berkaitan dengan usaha untuk menghasilkan informasi yang akurat secara efektif dan efisien.

    BalasHapus
  3. Keberhasilan elearning dapat dilihat dari evaluasi yang diberikan guru kepada siswa seperti soal tes kemampuan.
    Keberhasilan adalah patokan ukuran tingkat pencapaian prestasi belajar yang mengacu pada kompetensi dasar dan standar kompetensi yang ditetapkan yang mencirikan penguasaan konsep atau ketrampilan yang dapat diamati dan diukur. Secara umum kriteria keberhasilan pembelajaran adalah:

    keberhasilan peserta didik menyelesaikan tes,mencapai tingkat keberhasilan rata-rata 60%;

    BalasHapus
  4. Saya akan menjawab pertanyaan 4. bagaimana peran guru dalam menerapkan pembelajaran berbasis e-learning ? apakah sama hasil pembelajaran dengan menggunakan media dan tidak menggunakan media ?
    Yaitu guru harus menguasai IT dengan Baik. Dan. Guru harus bisa mengaplikasikan teknologi dengan Baik. Sehingga siswa akan mendapatkan informasi Dan pengetahuan yg baik pula.

    Tentu hasilnya beda. Yang menggunakan media akan lebih bagus hasil evaluasi pembelajarannya. Karena dengan media siswa akan mudah mengerti.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Revolusi Industri Era 4.0