Prinsip Dasar Multimedia Pembelajaran
Multimedia
merupakan perpaduan dari beberapa elemen informasi yang dapat berupa teks,
gambar, suara, animasi, dan video. Program multimedia biasanya bersifat
interaktif.
1.
Komponen Multimedia Pembelajaran
Hofstetter
sebagaimana dikutip oleh Suyanto menyatakan bahwa terdapat empat komponen
penting dalam multimedia. Empat komponen tersebut adalah:
(a) komputer, yang berfungsi untuk
mengkoordinasikan apa yang dilihat dan didengar, serta berinteraksi dengan
user;
(b) link, yang menghubungkan user dengan
informasi yang ada dalam program multimedia;
(c) alat navigasi, yang berguna untuk memandu
user dalam menjelajah informsi;
(d) ruang untuk mengumpulkan, memproses, dan
mengkomunikasikan gagasan user.
Empat
komponen multimedia yang disebutkan oleh Hofstetter di atas merupakan bentuk
dari adanya interaktivitas dalam multimedia. Interaktivitas merupakan pusat
perhatian utama dalam desain seting media pembelajaran. Perangkat multimedia yang berbasis komputer
dibedakan menjadi perangkat keras dan perangkat lunak. Perangkat keras
multimedia terdiri dari empat unsur utama yaitu: input unit, central processing unit, memory, dan output unit. Unit input
adalah bagian penerima dan memasukkan data maupun instruksi. Central Processing Unit (CPU)
berperan melaksanakan dan mengatur instruksi, termasuk menghitung dan
membandingkan. Memory atau storage merupakan bagian yang
berfungsi untuk menyimpan informasi. Sedangkan unit output berfungsi sebagai
penyaji informasi.
2. Jenis-Jenis Multimedia Berbasis Komputer
Rob
Philips mengemukakan bahwa multimedia yang berbasis komputer terdiri dari
multimedia interkatif dan multimedia yang tidak interaktif (1993: 8).
Interaktif maksudnya pengguna dapat mengontrol pengoperasian program sesuai
dengan yang dikehendaki, sedangkan yang tidak interaktif adalah sebaliknya.
Multimedia
interaktif dapat dibedakan menjadi multimedia interaktif of line dan on line. Multimedia interaktif of line adalah program
multimedia yang tidak terkoneksi dengan internet, hanya beroperasi pada
komputer stand
alone. Sedangkan multimedia interaktif on line adalah program
multimedia yang terkoneksi dengan jaringan internet atau sering disebut dengan
istilah hypermedia.
Sims
mendeskripsikan bahwa dalam lingkungan belajar online yang interaktif,
kontrol terhadap peserta didik melalui komunikasi aktif berupa pemberian umpan
balik merupakan komponen interaktivitas yang esensial. Dalam konsep pendidikan
jarak jauh, interaksi merupakan aspek yang penting jika kualitas pendidikan
jarak jauh ingin diwujudkan.
Berdasarkan
tingkat interaktivitasnya, multimedia dibedakan menjadi multimedia interaktif
tingkat operator dan multimedia interaktif tingkat kreator. Interaksi yang
terjadi pada tingkat operator, pengguna hanya bisa memilih atau menentukan
menu-menu atau perintah yang tersedia. Sedangkan pada multimedia interaktif
tingkat kreator, pengguna
dapat memanfaatkan program untuk berkreasi sesuai dengan materi yang ada di dalamnya.
Berdasarkan
bentuk program pembelajaran yang dikembangkan, multimedia interaktif dibedakan
menjadi: (a) drill
and practice; (b) tutorial;
(c) simulation; (d) game; dan (e) problem solving
Multimedia pembelajaran hendaknya memiliki
tingkat interaktivitas yang tinggi, agar proses pembelajaran mandiri
berlangsung dinamis. Berkaitan
dengan jenis multimedia, program multimedia yang akan dikembangkan oleh
peneliti adalah multimedia interkatif yang bersifat on line, dan dari segi
bentuknya berupa multimedia yang berisi tutorial dan problem solving.
3. Prinsip Pengembangan Multimedia Pembelajaran
Beberapa
prinsip yang harus diperhatikan dalam pengembangan media pembelajaran meliputi:
prinsip kesiapan dan motivasi, penggunaan alat pemusat perhatian, pengulangan,
partisipasi aktif peserta didik, dan umpan balik. Prinsip kesiapan dan motivasi menekankan bahwa
kesiapan dan motivasi peserta didik untuk menerima informasi pembelajaran
sangat berpengaruh terhadap keberhasilan proses belajar mengajar. Kesiapan
peserta didik mencakup kesiapan pengetahuan prasyarat, kesiapan mental, dan
kesiapan fisik. Motivasi merupakan dorongan untuk melakukan atau mengikuti kegiatan
belajar. Motivasi
tersebut dapat berasal dari dalam diri maupun dari luar diri peserta didik. Penggunaan alat pemusat perhatian dalam media
pembelajaran dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta didik untuk fokus
terhadap materi pelajaran. Hal ini membantu konsentrasi peserta didik dalam
memahami isi pelajaran sehingga penguasaan mereka menjadi lebih baik.
Informasi atau keterampilan baru jarang sekali
dapat dikuasai secara maksimal hanya dengan satu kali proses belajar. Agar
penguasaan terhadap informasi atau keterampilan baru tersebut dapat lebih
optimal, maka perlu dilakukan bebrapa kali pengulangan. Prinsip pengulangan ini
harus diperhatikan dalam mengembangkan media pembelajaran. Proses belajar mengajar akan lebih berhasil
manakala terjadi interaksi dua arah antara pengajar dan peserta didik.
Partisipasi aktif peserta didik dalam pembelajaran dapat meningkatkan pemahaman
dan penguasaan materi pelajaran. Oleh karena itu media pembelajaran yang
digunakan hendaknya mampu menimbulkan keterlibatan peserta didik secara aktif
(interaktif) dalam proses belajar Umpan
balik yang diberikan oleh pengajar secara tepat dapat menjadi pendorong bagi
peserta didik untuk selalu meningkatkan prestasinya. Untuk itu, pengajar harus
memberikan respon umpan balik secara berkala terhadap kemajuan belajar peserta
didik (Abdul Gafur, 2007: 20).
Prinsip-prinsip tersebut di atas dapat
diakomodasi dalam sebuah media pembelajaran berupa multimedia pembelajaran
interaktif dan web pembelajaran.
4. Prinsip-Prinsip Multimedia untuk Pembelajaran
Prinsip Merancang Multimedia Pembelajaran,
yaitu :
ü Prinsip
Multimedia
Orang
belajar lebih baik dari gambar dan kata dari pada sekedar kata-kata saja.
Karena dinamakan multimedia berarti wajib mampu mengkombinasikan berbagai media
(teks, gambar, grafik, audio/narasi, video, animasi, simulasi, dll) menjadi
satu kesatuan yang harmonis. Sebab kalau tidak namanya bukan multimedia tapi
single-media.
ü Prinsip
Kesinambungan Spasial
Orang
belajar lebih baik ketika kata dan gambar terkait disandingkan berdekatan
dibandingkan apabila disandingkan berjauhan atau terpisah. Oleh karena itu,
ketika ada gambar (or sodarenye nyang laen seperti video, animasi, dll) yang
dilengkapi dengan teks, maka teks tersebut harus merupakan jadi satu kesatuan
dari gambar tersebut, jangan menjadi sesuatu yang terpisah.
ü Prinsip
Kesinambungan Waktu
Orang
belajar lebih baik ketika kata dan gambar terkait disajikan secara simultan
dibandingkan apabila disajikan bergantian atau setelahnya. Nah, ketika Anda
ingin memunculkan suatu gambar dan atau animasi atau yang lain beserta teks,
misalnya, sebaiknya munculkan secara bersamaan alias simultan. Jangan
satu-satu, sebab akan memberikan kesan terpisah atau tidak terkait satu sama
lain. Begitu kata Mayer.
ü Prinsip
Koherensi
Orang
belajar lebih baik ketika kata-kata, gambar, suara, video, animasi yang tidak
perlu dan tidak relevan tidak digunakan. Nah, ini yang sering terjadi. Banyak
sekali pengembang media mencantumkan sesuatu yang tidak perlu. Mungkin
maksudnya untuk mempercantik tampilan, memperindah suasana atau menarik
perhatian mata. Tapi, menurut Mayer, hal ini sebaiknya dihindari. Cantumkan
saja apa yang perlu dan relevan dengan apa yang disajikan. Jangan macam-macam.
ü Prinsip
Modalitas Belajar
Orang
belajar lebih baik dari animasi dan narasi termasuk video), daripada dari animasi
plus teks pada layar. Jadi, lebih baik animasi atau video plus narasi daripada
sudah ada narasi ditambah pula dengan teks yang panjang. Hal ini, sangat
mengganggu.
ü Prinsip
Redudansi
Orang
belajar lebih baik dari animasi dan narasi termasuk video), daripada dari
animasi, narasi plus teks pada layar (redundan). Sama dengan prinsip di atas. Jangan redudansi,
kalau sudah diwakili oleh narasi dan gambar/animasi, janganlah tumpang tindih
pula dengan teks yang panjang.
ü Prinsip
Personalisasi
Orang
belajar lebih baik dari teks atau kata-kata yang bersifat komunikatif
(conversational) daripada kalimat yang lebih bersifat formal. Lebih baik
menggunakan kata-kata lugas dan enak daripada bahasa teoritis, oleh
karena itu, sebaiknya gunakan bahasa yang komunikatif dan sedikit ber-style.
ü Prinsip
Interaktivitas
Orang
belajar lebih baik ketika ia dapat mengendalikan sendiri apa yang sedang
dipelajarinya (manipulatif: simulasi, game, branching). Sebenarnya, orang
belajar itu tidak selalu linier alias urut satu persatu. Dalam kenyataannya
lebih banyak loncat dari satu hal ke hal lain. Oleh karena itu, multimedia
pembelajaran harus memungkinkan user/pengguna dapat mengendalikan penggunaan
daripada media itu sendiri. dengan kata lain, lebih manipulatif (dalam arti
dapat dikendalikan sendiri oleh user) akan lebih baik. Simulasi, branching,
game, navigasi yang konsisten dan jelas, bahasa yang komunikatif, dan lain-lain
akan memungkinkan tingkat interaktivitas makin tinggi.
ü Prinsip
Sinyal (cue, highlight, ..)
Orang
belajar lebih baik ketika kata-kata, diikuti dengan cue, highlight, penekanan
yang relevan terhadap apa yang disajikan. Kita bisa memanfaatkan warna, animasi
dan lain-lain untuk menunjukkan penekanan, highlight atau pusat perhatian
(focus of interest). Karena itu kombinasi penggunaan media yang relevan sangat
penting sebagai isyarat atau kata keterangan yag memperkenalkan sesuatu.
ü Prinsip
Perbedaan Individu
9
prinsip tersebut berpengaruh kuat bagi mereka yang memiliki modalitas visual
tinggi, kurang berpengaruh bagi yang sebaliknya. Kombinasi teks dan narasi plus
visual berpengaruh kuat bagi mereka yang memiliki modalitas auditori tinggi,
kurang berpengaruh bagi yang sebaliknya. Kombinasi teks, visual dan simulasi
berpengaruh kuat bagi mereka yang memiliki modalitas kinestetik tinggi, kurang
berpengaruh bagi yang sebaliknya.
ü Prinsip
Praktek
Interaksi
adalah hal terbaik untuk belajar,kerja praktek dalam memecahkan masalah dapat
meningkatkan cara belajar dan pemahaman yang lebih mendalam tentang materi yang
sedang dipelajari.
ü Pengandaian
Menjelaskan
materi dengan audio meningkatkan belajar. Siswa belajar lebih baik dari
animasi dan narasi, daripada dari animasi dan teks pada layar.
Kesimpulannya penggunaan multimedia (kombinasi
antara teks, gambar, grafik, audio/narasi, animasi, simulasi, video) secara
efektif untuk mengakomodir perbedaan modalitas belajar
5.
Pemilihan Media Pembelajaran
Untuk
menghasilkan media pembelajaran yang baik perlu dilakukan dengan menempuh
prosedur yang benar dalam proses pengembangannya. Soulier sebagaimana dikutip
oleh Sunaryo Sunarto (2002) menjelaskan bahwa tahapan pengembangan media
khususnya yang berbantuan komputer meliputiplan,
development, dan evaluation.
William
W Lee dalam bukunya Multimedia
Based Instructinal Design menguraikan lima tahap prosedur
pengembangan media yang meliputi analysis,
design, development, implementation, danevaluation (2004: 161).
a) Analysis. Sebelum mengembangkan media, terlebih dahulu
harus dilakukan analisis kebutuhan. Analisis kebutuhan dapat dilakukan dengan
cara observasi lapangan atau melalui kajian pustaka.
b) Design. Tahap desain mencakup desain pembelajaran dan
desain produk media. Tahap desain pembelajaran meliputi komponen: identitas, standar
kompetensi dan kompetensi dasar, materi pokok, strategi pembelajaran, rancangan
evaluasi, dan sumber bahan. Sedangkan desain produk media mencakup
elemen: struktur diagram alir, storyboard, dan elemen gambar atau animasi.
c) Development. Tahap ini adalah tahapan produksi media sesuai
dengan desain yang direncanakan. Pada tahap ini dilakukan assembling
(perakitan) berbagai elemen media yang diperlukan menjadi satu kesatuan media
utuh yang siap digunakan.
d) Evaluation. Evaluasi terhadap media pembelajaran dilakukan
dengan dengan cara validasi oleh ahli materi dan ahli media, untuk mengetahui
kualitas media yang telah dihasilkan. Selain dengan validasi ahli, evaluasi
juga dilakukan dalam bentuk ujicoba oleh pengguna. Ujicoba media dilakukan dengan
tiga tahap, yaitu ujicoba perorangan, ujicoba kelompok kecil, dan ujicoba
lapangan.
Ujicoba perorangan dilakukan terhadap seorang
peserta didik yang mewakili kelompok yang akan menjadi pengguna media tersebut.
Untuk keperluan ujicoba, sebaiknya dipilih peserta didik yang kemampuannya
sedikit di bawah kemampuan rata-rata.
Ujicoba
terhadap kelompok kecil dilakukan setelah adanya revisi berdasarkan hasil
ujicoba perorangan. Ujicoba kelompok kecil ini diberikan terhadap 5-8 peserta
didik yang memiliki kemampuan rata-rata kelompok. Setelah ujicoba kelompok
kecil selesai, maka perlu dilakukan perbaikan atau revisi sesuai dengan temuan
yang ada.
Ujicoba
lapangan dilakukan terhadap kelompok peserta didik yang menjadi target
penggunaan media, dalam situasi belajar yang sebenarnya. Jika tidak
memungkinkan untuk mengujicobakan terhadap seluruh peserta didik secara
lengkap, maka dapat diambil sampel sejumlah 20-30 orang.
Dimensi learnability bertujuan
mengetahui tingkat kemampuan pengguna dalam mengoperasikan sistem untuk
menghasilkan penguasaan kompetensi yang diharapkan. Performance effectiveness dimaksudkan
untuk mengukur kemudahan penggunaan sistem secara kuantitatif. Flexsibility terkait dengan
sejauh mana sistem memungkinkan user untuk mencapai tujuannya. Error tolerance & system integrity dimaksudkan
untuk menguji toleransi kesalahan dalam menggunakan sistem dan atau kemampuan
sistem dalam mencegah kehilangan dan korupsi data. Dimensi user satisfaction dimaksudkan
untuk mengukur persepsi, perasaan, dan opini pengguna tentang sistem yang
dihasilkan
6. Prinsip
Pemilihan Media Pembelajaran
Prinsip-prinsip pemilihan media pembelajaran merujuk pada pertimbangan
seorang guru dalam memilih dan menggunakan media pembelajaran untuk digunakan
atau dimanfaatkan dalam kegiatan belajar mengajar. Hal ini
disebabkan adanya beraneka ragam media yang dapat digunakan atau dimanfaatkan
dalam kegiatan belajar mengajar.
Menurut
Rumampuk (1988:19) bahwa prinsip-prinsip pemilihan media adalah:
(1) harus diketahui dengan
jelas media itu dipilih untuk tujuan apa.
(2) pemilihan media hams
secara objektif, bukan semata-mata didasarkan atas kesenangan guru atau sekedar
sebagai selingan atau hiburan. pemilihan media itu benar-benar didasarkan atas
pertimbangan untuk meningkatkan efektivitas belajar siswa.
(3) tidak ada satu pun media
dipakai untuk mencapai semua tujuan. Setiap media memiliki kelebihan dan
kelemahan. Untuk menggunakan media dalam kegiatan belajar mengajar hendaknya
dipilih secara tepat dengan melihat kelebihan media untuk mencapai tujuan
pengajaran tertentu
(4) pemilihan media hendaknya
disesuaikan dengan metode mengajar dan materi pengajaran, mengingat media
merupakan bagian yang integral dalam proses belajar mengajar
(5) untuk dapat memilih media
dengan tepat, guru hendaknya mengenal ciri-ciri dan masing-masing media.
(6) pemilihan media hendaknya
disesuaikan dengan kondisi fisik lingkungan.
Sedangkan
Ibrahim (1991:24) menyatakan beberapa pedoman yang dapat digunakan untuk
memilih media pembelajaran, antara lain:
(1) sebelum memilih media
pembelajaran, guru harus menyadari bahwa tidak ada satupun media yang paling
baik untuk mencapai semua tujuan. masing-masing media mempunyai kelebihan dan
kelemahan. penggunaan berbagai macam media pembelaiaran yang disusun secara
serasi dalam proses belajar mengajar akan mengefektifkan pencapaian tujuan
pembelajaran
(2) pemilihan media hendaknya
dilakukan secara objektif, artinya benar-benar digunakan dengan dasar pertimbangan
efektivitas belajar siswa, bukan karena kesenangan guru atau sekedar sebagai
selingan
(3) pernilihan media hendaknya
memperhatikan syarat-syarat (a) sesuai dengan tujuan pembelajaran yang akan
dicapai, (b) ketersediaan bahan media, (c) biaya pengadaan, dan (d) kualitas
atau mutu teknik.
Berikutnya
Brown, Lewis, dan Harcleroad (1983: 76-77) menyatakan bahwa dalam memilih media
kriterianya sebagai berikut:
- Isi
5. Kualitas teknis
- Tujuan
6. Keadaan Penggunaan
- Appropriatness 7.
Verifikasi Pelajar
- Biaya;
8. Validasi
Menurut Asyhar
(2011:82), prinsip pemilihan media adalah sebagai berikut :
(1) Kesesuaian,
media yang dipilih harus sesuai dengan tujuan pembelajaran, karakteristik
peserta didik dan materi yang dipelajari, serta metode atau pengalaman belajar
yang diberikan pada peserta didik.
(2) Kejelasan
sajian, materi yang disajikan dalam media pembelajaran harus jelas dengan
menggunakan kata – kata yang tepat, variasi huruf dan warna yang jelas sehingga
lebih mudah untuk dipahami siswa
(3) Kemudahan
akses, dalam pembuatan media pembelajaran juga harus diperhatikan bagaimana
akses atau perangkat yang mendukung media tersebut agar tidak menjadi kendala
dalam penggunaannya
(4) Keterjangkauan, dalam hal ini
berkaitan dengan biaya yang akan dikeluarkan dalam pembuatan media. Media yang
dibuat harus disesuaikan dengan kemampuan si pembuatnya.
(5) Ketersediaan, hal ini perlu
dipertimbangkan dalam memilih media. Jadi harus tersedia media pengganti jika
suatu media yang akan digunakan tidak tersedia
(6) Kualitas, Dalam
hal ini sebaiknya dipilih media yang berkualitas tinggi.
(7) Ada alternatif,
bahwa guru tidak hanya tergantung pada media tertentu saja tapi harus kreatif
dan inovatif dalam melakukan pemilihan dan pengadaan media pembelajaran
(8) Interaktifitas, media yang baik adalah
media yang dapat memberikan komunikasi dua arah secara interaktif
(9) Organisasi, dalam pembuatan media juga
harus mendapat dukungan organisasi yang terkait.
(10) Kebaruan, semakin baru media yang
digunakan semakin baik dan menarik bagi siswa.
(11) Berorientasi
siswa, perlu dipertimbangkan keuntungan dan kemudahan apa yang akan diperoleh
siswa dengan media tersebut.
Sejumlah faktor yang mempengaruhi penggunaan media dalam kegiatan
pembelajaran yang dapat dipakai sebagai dasar dalam kegiatan pemilihan.
permasalahan :
1. apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi media dalam kegiatan pembelajaran ?
2. apakah pemilihan prinsip media perlu di lakukan evaluasi ? mengapa ?
3. apa saja dampak yang dapat diberikan media dalam pembelajaran ?
4. apakah media yang sama dapat diterapkan dalam berbagai macam pembelajaran ? mengapa ?
Saya akan menjawab permsalahan ketiga
BalasHapusDAMPAK POSITIF
1. Siswa / mahasiswa menjadi tidak mudah bosan dihadapkan hanya pada buku teks
2. Suasana pengajaran dan pembelajaran yang interaktif akan menggalakkan komunikasi berbagai hal ( pelajar-guru, pelajar-pelajar, pelajar-komputer )
3. Gabungan berbagai media yang memanfaatkan sepenuhnya indra penglihatan dan pendengaran mampu menarik minat belajar
Perkembangan Teknologi Informasi (TI) Pada bidang Pendidikan, dampak yang muncul ialah kegiatan belajar dan mengajar yang dikenal dengan konsep e-Learning
DAMPAK NEGATIF
1. Dengan adanya pembelajaran jarak jauh atau e-Learning ada beberapa nilai kurang baik yakni tidak adanya interaksi secara langsung sehingga pengajar tidak akan lebih intensif memonitori prilaku atau etitude pelajarnya
2. Keberadaan guru dan tenaga pelajar sudah tidak lagi di prioritaskan
Baru-baru ini banyak oknum-oknum yang memanfaatkan program sertifikasi yang di adakan oleh lembaga atau instansi tertentu contoh: sertifikasi dari Microsoft Corporation yang terdapat penjokian di dalamnya
Saya akan mencoba menjawab permasalahan no 1. Faktor-faktor yg mempengaruhi dalam pemilihan media yaitu •Besarnya kelompok yang dapat ditampung dalam suatu ruangan
BalasHapus•Jarak antara penglihatan dan pendengaran untuk penggunaan media
•Seberapa jauh media dapat mempengaruhi respon pebelajar atau kegiatan lain untuk kelengkapan umpan balik
•Adakah penyajian itu sesuai denga respon pebelajar
•Apakah stimulus pembelajaran menuntut gerak, warna, gambar, kata-kata lisan, atau tertulis
•Apakah media yang dipakai mempunyai urutan yang pasti
•Media manakah yang paling mendukung kondisi belajar untuk pencapaian tujuan
•Media manakah yang lebih lengkap untuk maksud peristiwa-peristiwa pembelajaran tersebut
•Media yang dipandang kemungkinan lebih efektif bagi pebelajar perlu ditentukan apakah perangkat lunak dapat disimpan dan bernilai
•Apakah guru memerlukan training tambahan
saya akan menjawab pertanyaan kedua
BalasHapusJawabannya; Perlu dilakukan evaluasi. Jika apabila media yang kita gunakan tidak memenuhi kriteria seperti berikut; yaitu kualitas isi dan tujuan, kualitas instruksional, dan kualitas teknis. Kualitas isi dan tujuan berkaitan dengan ketepatan, kepentingan, kelengkapan, keseimbangan, minat/perhatian, keadilan, kesesuaian dengan situasi siswa; Kualitas instruksional berkaitan dengan pemberian kesempatan belajar dan dan bantuan belajar kepada siswa, kualitas memotivasi, fleksibilitas instruksional, hubungan dengan program pembelajaran lainnya, kualitas sosial interaksi instruksional, kualitas tes dan penilaian, dapat memberi dampak kepada siswa, dapat memberi dampak bagi guru dan pembelajarannya. Kualitas teknis berkaitan dengan keterbacaan, mudah digunakan, kualitas tampilan/tayangan, kualitas penanganan jawaban, kualitas pengelolaan program dan kualitas pendokumentasian.
Baikalah saya akan mencoba menjawab pertanyaan ke empat menurut saya ada yg bisa ada juga yang tidak misalkan media ppt bisa digunakan untuk media untuk materi misal koloid maka ada kemungkinan dapat digunakan untuk materi lain semisal perkembangan model atom maka bisa digunakan media yang sama dan ada juga yang tidak bisa misalkan materi stoikiometri maka tidak dapat digunakan karena kurang efektif dan efisien
BalasHapus